3 Perbedaan Rafting dan Arung Jeram beserta Sejarahnya

perbedaan rafting dan arung jeram

Sebenarnya apa perbedaan rafting dan arung jeram? Jika ditanya bagaimana perbedaan antara keduanya, tidak sedikit orang yang ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Nah, daripada Anda semakin penasaran, berikut ini artikel perbedaan serta sejarah yang perlu diketahui.

Dalam olahraga air rafting atau arung jeram, selain membutuhkan kekompakan dari para anggota timnya, juga diperlukan keterampilan dan jam terbang yang tinggi dari tiap anggota untuk menaklukan medan yang memiliki banyak jeram dengan variasi yang beragam.

Perbedaan Rafting dan Arung Jeram

Rafting dan arung jeram adalah dua aktivitas yang sama, namun tetap saja ada perbedaan rafting dan arung jeram.

Dalam bahasa Inggrisnya, arung jeram disebut sebagai White Water Rafting yang berarti kegiatan mengarungi sungai dengan memakai perahu dan mengandalkan kemampuan berdayung.

Sebagaimana International Rafting Federation (IRF), pengertian rafting atau arung jeram ialah aktivitas manusia dalam mengarungi sungai dengan mengandalkan keterampilan dan kekuatan fisiknya untuk mendayung perahu yang berbahan lunak.

Walaupun pada awal perkembangan rafting di Indonesia memiliki beberapa penyebutan, dan terdapat perbedaan rafting dan arung jeram.

Tapi dalam standar kompetensi terminologi arung jeram dipakai sebagai aktivitas mengarungi sungai dengan perahu karet dengan awak dua orang atau lebih.

Pada intinya, perbedaan rafting dan arung jeram adalah dua hal yang sama. Setelah mengetahui istilahnya, berikut adalah sejarah lahirnya rafting atau arung jeram yang perlu diketahui jika Anda adalah seorang pecinta olahraga air tersebut.

Sejarah Rafting Dunia

Tidak banyak catatan yang dapat dibuka untuk mengetahui lahirnya olahraga ini, yang pasti olahraga air ini dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II.

Ketika beberapa orang entrepreneur menelusuri sungai Colorado dengan memakai perahu jenis potongan sisa perang dunia II tersebut.

Pada abad ke 19 seorang boy scouts bernama Mcgregor membuat kendaraan ini untuk rekreasi dan olahraga air. Seiring dengan perkembangan zaman, maka material perahu pun berubah dan mulai beralih ke plastik, aluminium, fiberglass dan karet.

Mayor John Wesley Powell adalah seorang tentara Amerika yang disebut juga sebagai bapak arung jeram dunia. Ia memperkenalkan arung jeram atau rafting dengan menelusuri sungai Colorado sejauh 250 mil yang melintasi gugusan tebing raksasa.

Nah, jika Anda sudah tahu perbedaan rafting dan arung jeram beserta sejarah dunianya. Maka pembahasan selanjutnya adalah sejarah rafting yang lahir di Indonesia.

Sejarah Rafting Indonesia

Aktivitas menelusuri sungai dengan rafting di Indonesia dimulai sekitar awal  tahun 1970-an dengan istilah olahraga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh sejumlah orang pecinta alam dari bandung dan jakarta, olahraga satu ini akhirnya menjadi yang paling dinikmati.

Sekitar tahun 1975, kelompok pecinta alam mengembangkan olahraga ini dengan melalui ekspedisi melintasi Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama Frank Morgan seorang pengacara profesional. Kelompok satu ini juga menjalankan ekspedisi sampai ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dikenakan juga mulai meningkat kualitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai dengan perahu karet khusus sungai ( River Raft), juga perahu kayak.

Tentunya hal ini mendorong olahraga arung jeram atau rafting tumbuh sangat pesat dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan.

Misalnya saja di pulau Jawa banyak pulau yang bisa diarungi, seperti Cimandiri, Citarik, Cimanuk dan Citatih.

Demikian perbedaan rafting dan arung jeram beserta sejarah rafting dari Rejeki yang bisa Anda pelajari. Selain itu, jangan lupa untuk utamakan keselamatan saat hendak mencoba olahraga air ini.

error: Content is protected !!